CILEGON – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil Cilegon kembali mengawal akselerasi akademik mahasiswanya. Melalui Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), kampus hijau ini sukses menyelenggarakan Sidang Proposal Skripsi Gelombang 4 yang bertempat di Gedung Auditorium II STIT AL-Khairiyah Citangkil Cilegon, Senin (15/06/2026).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB hingga selesai ini menjadi salah satu fase krusial bagi mahasiswa tingkat akhir untuk menguji kelayakan, metodologi, serta urgensi dari rencana penelitian yang akan mereka lakukan di lapangan.
Hadir langsung memimpin jalannya akademik tersebut, Ketua Program Studi PIAUD STIT Al-Khairiyah, Ibu Dr. Hj. Sholatul Hayati, M.Pd. Beliau didampingi oleh jajaran dosen penguji, termasuk Bapak Mustofa, S.Hum., MM., dan Bapak Sururul Murtadlo, M.Pd. yang secara jeli dan konstruktif memberikan masukan, kritik, serta saran guna penyempurnaan proposal penelitian mahasiswa.
Suasana sidang tampak dinamis. Di tengah ketegangan akademis tersebut, salah satu dosen penguji, Bapak Mustofa, S.Hum., MM., memberikan sebuah nasihat mendalam dan sangat berkesan yang berhasil mencairkan suasana sekaligus membakar semangat para peserta sidang. Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang skripsi sebagai momok yang menakutkan, melainkan sebagai sebuah karya yang harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab.
“Skripsi yang baik itu bukanlah skripsi yang sempurna tanpa celah, melainkan skripsi yang selesai dan tuntas dikerjakan. Jangan pernah takut salah dalam berproses, karena dari kesalahan itulah kita belajar memperbaiki diri. Kunci utamanya adalah konsistensi, segera revisi, dan hadapi setiap tahapannya dengan penuh percaya diri,” ungkap Pak Mustofa memberikan motivasi mendalam bagi para pejuang skripsi.
Ibu Dr. Hj. Sholatul Hayati, M.Pd. juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kegigihan para mahasiswa yang berhasil mencapai tahap ini. Beliau menegaskan bahwa sidang proposal bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sebuah ruang dialektika untuk memastikan kualitas penelitian mahasiswa PIAUD tetap bermutu tinggi.
“Sidang proposal ini adalah pintu gerbang ilmiah bagi mahasiswa. Melalui topik-topik yang diangkat, kita ingin memastikan bahwa output penelitian dari mahasiswa PIAUD STIT Al-Khairiyah benar-benar memberikan kontribusi nyata, inovatif, dan solutif bagi dunia pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah Cilegon dan sekitarnya,” ujar Bu Kaprodi di sela-sela kegiatan.

Para peserta sidang yang mengenakan Jas Almamater terlihat antusias sekaligus tegang saat memaparkan argumen serta mempertahankan desain penelitian mereka di hadapan dewan penguji. Kendati demikian, sidang berjalan dengan lancar dan penuh dengan atmosfer akademik yang positif.
Dengan selesainya Gelombang 4 ini, diharapkan para mahasiswa dapat segera melakukan revisi sesuai catatan para penguji dan langsung tancap gas melakukan penelitian lapangan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat masa studi mahasiswa tanpa sedikit pun mengurangi kualitas kualitas karya ilmiah yang dihasilkan.
Pelaksanaan sidang proposal ini sekaligus menegaskan komitmen STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon dalam mencetak lulusan sarjana pendidikan (S.Pd) yang kompeten, kritis, dan siap mengabdi di masyarakat.







