CILEGON – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah resmi memulai babak baru kepengurusan untuk periode 2026-2027. Prosesi pelantikan khidmat ini digelar di Aula DPRD Kota Cilegon pada Kamis, 9 April 2026.
Acara ini tidak hanya sekadar seremonial pelantikan, tetapi juga dirangkaikan dengan Diskusi Publik yang menghadirkan dialog kritis antara mahasiswa dan stakeholder terkait.
Pesan Akademik: Integritas dan Pengabdian
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Bapak Faizudin, M.Pd., mewakili pihak kampus, menyampaikan harapan besar agar pengurus DEMA yang baru dilantik mampu menjaga amanah dan membawa nama baik institusi. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara organisasi mahasiswa dengan nilai-nilai dasar Al-Khairiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Pesan Menggugah dari Wakil Wali Kota Cilegon

Hadir mewakili Pemerintah Kota Cilegon, Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo memberikan orasi yang cukup menyita perhatian para mahasiswa. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan analogi filosofis mengenai tiga kategori keberadaan manusia di tengah masyarakat.
“Manusia itu terbagi menjadi tiga kategori: Manusia Haram, Sunnah, dan Wajib. Manusia Haram itu keberadaannya membuat kesal, namun ketiadaannya tidak dicari. Manusia Sunnah, keberadaannya membuat suasana asyik, tapi jika tidak ada pun tidak menjadi masalah. Namun, Manusia Wajib adalah mereka yang kehadirannya membawa keceriaan dan kebermanfaatan, sehingga jika ia tidak ada, sosoknya akan selalu dicari-cari,” ujar Fajar.
Beliau mendorong para pengurus DEMA STIT Al-Khairiyah untuk menjadi “Manusia Wajib” yang memberikan dampak positif yang sangat dirasakan oleh masyarakat dan rekan sejawat.
Komitmen dan Kedekatan dengan Al-Khairiyah
Selain memberikan motivasi, Fajar Hadi Prabowo juga menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga besar Al-Khairiyah. Ia mengungkapkan komitmennya untuk selalu mendukung kegiatan mahasiswa.
“Bapak itu selalu hadir selama 10 kali undangan dari kampus Al-Khairiyah. Pernah satu kali tidak hadir, itu pun hanya karena mendampingi istri melahirkan,” ungkapnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas kepemimpinan daerah terhadap dunia kemahasiswaan.
Membangun Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

Pemilihan Aula DPRD Kota Cilegon sebagai lokasi acara menunjukkan semangat DEMA STIT Al-Khairiyah untuk lebih dekat dengan pusat kebijakan daerah. Dalam sambutannya, Ketua DEMA terpilih menyatakan bahwa periode 2026-2027 akan fokus pada penguatan intelektualitas mahasiswa dan kontribusi nyata terhadap isu-isu sosial di Kota Cilegon.
“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Kami ingin DEMA bukan hanya sekadar organisasi kampus, tapi juga mitra kritis pemerintah dalam membangun daerah, diawali dengan diskusi publik hari ini,” ujar Ahmad Halilullah
Diskusi Publik yang Inklusif

Sesi Diskusi Publik yang digelar setelah pelantikan menjadi sorotan utama. Mahasiswa berkesempatan menyampaikan aspirasi dan membedah tantangan pendidikan serta sosial di masa depan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi strategis bagi kemajuan kampus STIT Al-Khairiyah Cilegon maupun masyarakat Cilegon secara luas.
Tentang DEMA STIT Al-Khairiyah: Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Al-Khairiyah adalah organisasi intra-kampus yang menjadi wadah aspirasi, pengembangan bakat, dan kepemimpinan bagi seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Khairiyah Cilegon.






