CILEGON – Kabar membanggakan datang dari dunia akademisi Kota Cilegon. Salah satu dosen sekaligus peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Dr. Ahmad Suhaili, SS, M.Pd. secara resmi menerima undangan kehormatan dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran (Embassy of the Islamic Republic of Iran).
Undangan tersebut dikirimkan langsung kepada Dr. Ahmad Suhaili, SS, M.Pd. dalam kapasitas beliau sebagai seorang peneliti (Researcher) di institusi STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon. Hal ini menunjukkan adanya pengakuan internasional terhadap kiprah intelektual dan dedikasi penelitian yang dilakukan oleh akademisi asal Banten tersebut.

Ketua STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian ini. Undangan dari Kedutaan Besar Iran ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi akademik yang lebih luas, baik dalam bidang penelitian, pertukaran budaya, maupun pengembangan ilmu pengetahuan antara kedua belah pihak.
“Ini merupakan bukti bahwa kualitas peneliti dan dosen dari STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon mampu bersaing dan dilirik oleh lembaga diplomatik internasional. Kami sangat mendukung langkah Dr. Ahmad Suhaili, SS, M.Pd. dalam memenuhi undangan tersebut,” ujar perwakilan pihak kampus.
Hadirnya undangan resmi ini juga memperkuat posisi STIT Al-Khairiyah Citangkil sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam menjalin hubungan eksternal dan kontribusi global. Diharapkan hasil dari pertemuan atau kerja sama ini nantinya dapat membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kota Cilegon dan Provinsi Banten secara umum.
Hingga berita ini diturunkan, Dr. Ahmad Suhaili, SS, M.Pd. tengah mempersiapkan hal-hal teknis terkait tindak lanjut dari undangan resmi tersebut.






